Menurut Kantor Berita ABNA, pertemuan khusus membahas Propaganda Barat dan Kesucian Muslimah Iran dengan tema "Shamim Paki" diadakan dengan partisipasi Lembaga Internasional Ahlulbait as.
Dalam pertemuan tersebut Ny. Ino Jose Collin, seorang tokoh perempuan terkemuka Meksiko, menyatakan tentang dampak tidak mengenakan hijab bagi perempuan. Ia berkata, “Saya adalah seorang Katolik dan saya telah mengalami tidak memakai hijab. Saat ini, beberapa perempuan mengatakan bahwa kami menginginkan kebebasan dan kami ingin telanjang. Sangat baik untuk berbicara dengan mereka dan mengatakan bahwa langkah pertama adalah tidak berjilbab, langkah kedua adalah tidak tahu malu, langkah ketiga adalah tidak penting dan langkah keempat adalah kurangnya semangat. Saya telah merasakan dan mengalaminya sendiri.”
“Keamanan perempuan menurun dari hari ke hari. Ini lebih banyak terjadi di negara-negara Amerika Latin. Kasus femisida terbanyak terjadi di Brazil, diikuti Meksiko. Selain itu, Honduras, Argentina, dan Kolombia berada di peringkat berikutnya. Menurut statistik yang dipublikasikan, perempuan di negara-negara ini dibunuh oleh anggota keluarga, tetangga, atau orang asing.” Ungkapnya.
Dia bercerita tentang pengalaman hidupnya di Iran, “Saya punya tiga anak di Meksiko dan saya berkata saya ingin pergi ke suatu negara agar anak-anak saya bisa hidup sehat. Oleh karena itu, saya memilih Iran, dan di Iran, ada banyak keamanan bagi perempuan.”
Dia menambahkan,”Keaslian perempuan Iran tidak boleh dibiarkan berubah. Islam artinya hidup sehat dan hijab artinya kesucian dan kehormatan bagi perempuan, dan perempuan adalah sumber pendidikan keluarga.”
Dia berkata tentang pentingnya pakaian tertutup bagi perempuan, “Di Meksiko, yang bukan negara Muslim, ada pepatah yang mengatakan bahwa "kamu serendah pakaianmu”."
Perlu disebutkan bahwa program ini diadakan bersamaan dengan acara Goharshad dan Pekan Kesucian dan Jilbab secara offline dan online dan bekerja sama dengan Unit Organisasi Pengacara Basij, Lembaga Internasional Ahlulbait as dan Pusat Kebudayaan Banu Amin.